Kamis, 13 Desember 2018

Bunga


Meraba arah memupuk
Dibasuh disirami segenap keluasan
Terpatri dan terombang-ambing
Tak tudah melepaskan, lemah di daku

Sepoi sepoi terpesona, nikmat sejuk
Bagian kecil semilir bertambah
Berapa kata bias di serbu asumsi
Memompa sekujur berirama

Tak lepas daya, di buai manja
Pegangan pun lepas
Kapal diperdaya lautan
Kecil bak kerikir
Lunak sekujur tubuh
Jangan rupanya, kuda-kuda masih ada daeng, pompa lagi
Raih pegangan semilir diri
Bisa
Pasti kuat
Pasti sampai
Luka duka
Sakit
Merana
Bombardir

Bukan begitu caranya, kau biarkan aku disini, untuk ini. Kau biarkan mereka pun untuk ini.

Aku mencintaimu
Ku habisi kau, dengan membiarkan
Ku habisi kau, dengan seadanya
Ku habisi kau, dengan kesakitan padaku
Ku habisi kau, dengan menghabisi Aku


Yogyakarta, 14 Desember 2018

Pukul 00:19 WIB

Rabu, 21 November 2018

Sedari

Nauangan karsa keras bernyawa
Dibuat manis diperbolehkan
Disampaikannya kedewasaan dunia
Seraya terpatri di angan

Seratus nahkoda merajut
Seribu kopral merana
Picik harapan dari balutan
Tak ada apa daya

Debu disiram lautan samudera
Besar rupanya bukan darinya
Lama lama tercipta yang maha dari nya
Alam semesta tertawa

Yogyakarta, 21 November 2018
Pukul 15:04 WIB





Jumat, 16 November 2018

Sejenak

Sebut suatu persembahan yang nyata
Penenang hamparan para dunia
Berkelak kelok alunan tempat terpatri
Di sebelah kanan bagian depan

Bercahaya meninggalkan resah yang tertera
Membuai bak beraroma meditasi
Terserap hawa kuat yang meyakinkan
Untuk seuntai dan semakna

Basah keringat tangan
Terlalui menuai sahaja
Haus hilang tak tau adanya
Melihat persembahan yang nyata

Yogyakarta, 17 November 2018
Pukul 02:45




Jumat, 19 Oktober 2018

Untaian

Berlabuh membentangkan harapan
Menabuh untuk mempertahankan
Terik matahari kian memanas
Di saat senja mulai menua

Tersipu debu yang lama terabaikan
Masih terteguk sisa minuman manis yang akan habis
Di antara mereka yang tak tahu
Di tempat yang indah, tak bisa ter sampai

Pantaskah terujab bahagia, ketika hanya untaian


Yogyakarta, 20 Oktober 2018

Sabtu, 22 September 2018

Menemani Perjalananmu



Nona, hari ini aku sendu,
Kesenduan ku tak terbatas,
Seperti hanya ini hari yang ada di hidupku,
Semua itu sebelum ku lihat live mu di insta story sore ini.

Di atas mobil itu kau teramat mempesona di mataku,
Apalagi playlist lagu tahun 2000 an yang kau putar menemani perjalanan mu,
Sesekali kau hisap rokok putih yang membuatku semakin indah memandangmu,
Kau lantunkan lagu-lagu nostalgia tahun 2000 an itu seperti semua sudah diluar kepalamu,
Matamu memancarakan cerita-cerita lawas ketika suara merdumu mencapai reff lagu syahdu itu,

Ku ikuti juga lirik dan irama di lagu mu, seakan kita menyatu tanpa batas ruang dan waktu.

Yogyakarta, Sabtu 22 September 2018

Jumat, 07 September 2018

Di Saat Padam

Setiap kali mata terpejam
Saat semua ambisi di istirahatkan
Berharap semua baik, seadanya saja
Disitulah ujian terberat datang

Saat semua beban terlupakan
Detak jantung mulai di siasatkan
Dan mulai menenangkan
Disitu kacau balau semua persiapan

Saat terang
pun padam
Gelap mulai di tanam
Semua telah di persiapkan tenang
Disitu terlihat semakin nyata, semakin dalam

Yogyakarta, 8 September 2018

Selasa, 04 September 2018

Sore Hari Minggu

Sesedih apakah pohon itu
ketika daun renta yang sudah mulai coklat jatuh dari rantingnya tanpa kata selamat tinggal

Sedewasa apakah pohon itu
Saat panas, hujan, dan badai, selalu datang berganti tanpa hilang kokohnya

Serindu apakah pohon itu
Kepada tuan yang memupuknya dulu bersama anak kecil yang di pangkunya di sore hari minggu

Semarang, 2018

Rabu, 29 Agustus 2018

Siklus

Sejuta kali bertapa
Berharap sempurna
Semakin lama
Tak jua

Bolak balik
Tak ada matinya
Sudahlah, dengan mohon
Harapnya

Berkata nestapa
Bahagia bahtera
Kuatnya sahaja, lantas terpukul layu dasarnya
Siklus, hantam lagi!

Yogyakarta, 30 Agustus 2018 Pukul 07:03 WIB

Selasa, 28 Agustus 2018

Disela hening

Malam itu sendu
Terkadang malam dibenci
Oleh raga yang haru, ragu
Menyayat-nyayat

Potong saja semua
Supaya habis tak berdaya
Waktu merana, wahai raga katanya
Berlapis sudah, dilapis lagi

Malam memenjarakan
Sungguh kejam
Disela hening
Tarikan nafas menusuk 
Kedalam

Yogyakarta, 28 Agustus 2018





Minggu, 26 Agustus 2018

Sayup

Aku ingin mengatakan
Bahwa sukma ini ingin bersiasat
Terhadap semua kehendak 
Yang tak terbantah

Menyerap ke akar sayup sayup
Meresapi dedauan ini
Melambangkan tahta
Meluap cakrawala

Yogyakarta, 26 Agustus 2018